• Selamat Datang di Website Resmi Program Pascasarjana Universitas Warmadewa. Jalan Terompong 24 Tanjung Bungkak, Denpasar, Bali, Indonesia - Email : pascasarjana.unwar@yahoo.co.id, Telp. 081547397113

MAP UNWAR KERJASAMA DENGAN IAPA GELAR LOKAKARYA KURIKULUM ADMINISTRASI PUBLIK

  • 28 Juli 2018
  • 521 Pengunjung
MAP UNWAR KERJASAMA DENGAN IAPA GELAR LOKAKARYA KURIKULUM ADMINISTRASI PUBLIK
Prodi Magister Administrasi Publik (MAP) Program Pascasarjana Universitas Warmadewa bekerjasama dengan Indonesian Association For Public Administration (IAPA) menyelenggarakan Lokakarya Kurikulum Administrasi Publik dengan tema "Ekologi Ilmu Administrasi Publik Di Indonesia Dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi : Perspektif Kebijakan Publik dan Manajemen Pemerintahan Daerah" pada Sabtu, 28 Juli 2018 di Ruang 307 Pascasarjana Unwar.
 
Acara dihadiri Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali, Direktur Pascasarjana Unwar, Sekretaris Prodi MAP Pascasarjana, Ketua dan Sekretaris Jurusan Ilmu Administrasi Fisip Unwar, serta Dosen MAP dan Fisip Unwar serta seluruh peserta Lokakarya.
 
Narasumber I : Dr. Sri Juni Woro Astuti, M.Ec (Universitas Wijaya Putra Surabaya) dengan materi Menyusun Format Kurikulum Administrasi Publik yang Relevan dengan Ekologi dan 
Kebutuhan Pasar.
Narasumber II : Dr. Ida Ayu Putu Sri Widnyani, MAP (Pengurus IAPA Komda Bali) dengan materi Kurikulum Administrasi Publik Berbasis Kearifan Lokal Bali.
Narasumber III : Dr. I Gede Agus Wibawa, AP, MAP (Praktisi Kebijakan Publik/Manajemen Pemda) dengan materi Kurikulum MAP yang Relevan dengan Kebutuhan Bali.
Moderator : Dr. Drs. I Wayan Gede Suacana, M.Si.
 
Peserta berasal dari perwakilan Perguruan tinggi yang ada di Indonesia yaitu Universitas Swagati Cirebon, STIA Mataram, Universitas Brawijaya Malang, Undiknas Denpasar, Universitas HKBP Nommensen, Universitas Halmaha, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Nurtanio Bandung, Universitas Hangtuah Surabaya, Universitas Parahyangan, Universitas Papua Barat, Universitas Muhammadiyah Mataram, Universitas Panji Sakti Singaraja, Universitas Danayu Ikhsanuddin Sulteng, serta mahasiswa MAP dan Fisip Unwar.
 
Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Ir. I Gede Suranaya Pandit, MP mengatakan revisi kurikulum yang dilakukan oleh program studi itu sudah merupakan kewajiban dan berkelanjutan karena apa yang telah kita tekan selama ini kepada peserta didik khususnya kepada para mahasiswa itu tidak akan stabil begitu saja tetapi perlu di revisi sesuai dengan tuntutan tentunta. Tuntutan stake holder, tuntutan pemakai termasuk juga tuntutan daripada mahasiswa maupun juga tuntutan dari kemajuan ilmu pengetahuan teknologi. Dari kurikulum ini tentunya diharapkan menghasilkan sebuah hasil berupa SDM yang nantinya akan digunakan oleh masyarakat khususnya di bidang ilmunya masing-masing, tentunya apa yang mereka dapatkan itu akan bisa mereka terapkan di pekerjaannya masing-masing. Kadang-kadang apa yang mahasiswa dapatkan itu tidak match untuk di aplikasikan di tengah-tengah masyarakat sehingga untuk itu setiap periode tertentu ini merupakan sebuah kewajiban bagi pengelola program studi untuk merevisi kalau-kalau memang ada yang perlu ditambahkan. “Jadi untuk merevisi sebuah kurikulum tentunya kita harus menghadirkan narasumber, stake holder sehingga bisa melengkapi bahan-bahan kajian termasuk mata kuliah yang bisab ditawarkan walaupun memang sudah diatur oleh Kemenristekdikti, karena kalau keinginan begitu banyak yang kita berikan kepada peserta didik namun di sisi lain kita harus mengikuti batasan-batasan yang sudah diperkenankan oleh standar nasional pendidikan Indonesia khususnya di Pendidikan Tinggi yaitu berkisar antara 40 SKS. Jadi di dalam kurikulum itu terdapat kurikulum wajib dan kurikulum institusi (lokal). Menyikapi hal tersebut beberapa hal yang mungkin perlu untuk dikaji lagi sesuai dengan pengembangan ilmu dan teknologi, bahwa kedepannya hasil karya tesis dari mahasiswa yang dihasilkan oleh program studi setara S2 itu harus di publikasikan di dalam media jurnal baik nasional maupun internasional”, jelasnya.
 
Narasumber Dr. Sri Juni Woro Astuti, M.Ec mengatakan untuk pertama kali beliau bisa bertegur sapa dengan Universitas Warmadewa dan berharap di acara ini mereka bisa saling sharing karena kurikulum ini merupakan satu bahan baku pokok bagi sebuah Universitas dan program studi karena itu ibaratnya kita berbisnis, bagaimana kita mengelola kurikulum sebaik mungkin sehingga apa yang di tawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat pengguna calon kebutuhan mahasiswa dan lebih luasnya lagi kebutuhan pasar yang nanti akan meningkatkan daya saing daerah dan juga daya saing pasar kedepan. “Saya sadari bahwa prodi kita ini prodi yang mungkin tidak terlalu favorit, dan ini merupakan tantangan tetapi juga merupakan suatu cambuk bagi kita semua karena kita sudah berkecimpung dalam prodi administrasi publik. Dulu mungkin kita beberapa tahun yang lalu  mengalami fase-fase keemasan dimana prodi kita ini sanagt diminati terutama mahasiswa S2. Dengan adanya IAPA ini kita seperti keluarga administrasi publik. Jadi mudah-mudahan ilmu kita bisa bangkit lagi kalau dulu kita ingat paradigma dikotomoi politik sampai ke paradigma kembali ke administrasi publik itu kan kita pernah mengalami krisis, nah sekarang ini mudah-mudahan Indonesia krisis pengakuan terhadap kompetensi bidang ilmu kita ini segera berlalu karena jujur saja kompetensi kita ini. Kita harus bangkit dan harus bisa menggerakkan jati diri keilmuan kita sendiri ”, ungkapnya.
 
Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A. A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si mengatakan saat ini sering dihadapkan dimana membicarakan wadah yang lupa isi, ini juga merupakan budaya yang harus kita reformasi. Kenapa prodi ilmu administrasi itu kurang seksi di mata publik dan di mata orang? Yang pertama kurangnya progresif dalam mengembangkan kurikulum dan melengkang ilmu yang ada dengan kebutuhan pasar karena kita berkutat pada “birokrasi”. “Maka forum ini menurut saya tidak hanya berhenti disini, swasta itu kesulitannya disini, swasta sudah kita ajarkan dari awal dari mencari dana, membuat gedung, mencari mahasiswa, mencari dosen, membayar dan sebagainya sendiri. Maka tidak ada pilihan kita hasus kolaborasi, IAPA saya pikir media yang sangat bagus untuk berkolaborasi. Artinya ini cara-cara yang progresif yang harus kita bangun baik dari research, tukar menukar kurikulum, bila perlu tukar menukar mengajar dan bimbingan. Ini terobosan administrative yang harus kita lakukan, saya juga ingin apakah memungkinkan kurikulum kita bicara tentang e-administration. Jadi saya pikir 10 perguruan tinggi administari publik berkumpul bisa menggentarkan, 100 perguruan tinggi dapat menggoyangkan, sehingga prodi kita bisa menjadi seksi. Jadi dimohon agar link ini dibangun Warmadewa akan siap untuk memfasilitasi untuk kegiatan-kegiatan bersama. Karena kami ingin prodi MAP dan prodi S1 Ilmu Administrasi Publik ini menjadi seksi”, imbuhnya.
  • 28 Juli 2018
  • 521 Pengunjung

Lainnya

Pencarian

 

Galeri Video & Foto

Galeri Foto Foto Lainnya
Galeri Video Video Lainnya