Fakultas Pascasarjana Warmadewa

Jl. Terompong 24 Tanjung Bungkak Denpasar Bali, Indonesia

Call:0361-223858

[email protected]

Program Pascasarjana Unwar melaksanakan Tes Ujian Masuk Calon Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Universitas Warmadewa Gelombang II Tahun 2021 secara Daring pada Jumat

Jumat, 13 Agustus 2021

Card image

Program Pascasarjana Unwar melaksanakan Tes Ujian Masuk Calon Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Universitas Warmadewa Gelombang II Tahun 2021 secara Daring pada Jumat, 13 Agustus 2021.
 
Pelaksanaan Tes Ujian Masuk ini ditinjau langsung oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali, Rektor Unwar, Direktur dan Sekretaris PPs Unwar, Ketua dan Sekretaris Prodi di lingkungan PPs Unwar.
 
Peserta ujian berjumlah 81 orang yaitu sebanyak 30 orang dari Prodi Magister Manajemen, 17 orang dari Prodi Magister Ilmu Hukum, 4 orang dari Prodi Magister Ilmu Linguistik, 9 orang dari Magister Administrasi Publik, 12 orang dari Prodi Magister Kenotariatan, 6 orang dari Prodi Magister Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan serta 3 orang dari Prodi Magister Sains Pertanian.
 
Ketua Panitia Dr. Drs. I Made Mardika, M.Si., merasa bangga dan gembira karena masyarakat masih mempercayai PPs Unwar sebagai salah satu tempat untuk meningkatkan keilmuannya sehingga dapat mencapai target bahkan lebih. Secara kualitas juga bahwa sekarang ini equitas mahasiswa sudah merambah ke seluruh indonesia khususnya dari indonesia timur bahkan beberapa dari luar negeri. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat bukan hanya indonesia tetapi juga internasional itu sangat baik. 
 
Direktur PPs Unwar Dr. Dra. A. A Rai Sita Laksmi, M.Si., merasa bersyukur di tengah-tengah PPKM Covid-19 PPs Unwar masih bisa melaksanakan Tes penmaru gelombang II tentu dilakukan dengan prokes yang ketat dan pelaksanaannya dilakukan secara online. Ia mengatakan dilihat dari kelulusan gelombang I yang berjumlah 184 ditambah calon Mahasiswa baru yang mengikuti testing di gelombang 2 berjumlah 81, maka jumlah calon Mahasiswa Magister keseluruhan menjadi 265 orang. Jumlah ini mengalami peningkatan 0,8% dari jumlah calon Mahasiswa baru tahun sebelumnya 2020 yang berjumlah 263 orang. Dimana jumlah calon Mahasiswa tahun 2021 sudah melampaui target sejumlah 10 orang (4%) dari target yang ditetapkan yaitu 255 orang menjadi 265 orang.
Pada kesempatan tersebut ia mengucapkan terimakasih kepada Ketua Yayasan dan Rektor Unwar atas fasilitas dan dukungannya, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada panitia penmaru (Kaprodi, Sekprodi, dan Staf PPs Unwar) yang telah melakukan sosialisasi ke berbagai instansi baik instansi pemerintah maupun swasta. Tak lupa juga ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh calon mahasiswa dan kepada masyarakat yang telah memilih Warmadewa sebagai tempat studi.
 
Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., mengatakan merupakan secara kuantitas terjadi peningkatan yang cukup signifikan itu merupakan suatu kebanggaan bersama. Namun disisi lain ada tantangan yang perlu dipikirkan ke depan. Bagaimana kita bisa keep agar proses belajar mengajar bisa tetap dipertahankan kualitasnya. Oleh sebab itu ia berharap kepada jajaran di PPs Unwar terutama para dosen agar benar-benar mampu menguasai dan meningkatkan kapasitas kemampuan, kompetensinya untuk bisa mengoperasionalkan Learning Manajement System. Karena kita tidak akan tau dan tidak bisa memprediksi kapan pandemi ini akan berhenti.
 
Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A. A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., berterima kasih kepada Direktur PPs Unwar dan Rektor Unwar karena Penmaru tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan. Ini menandakan minat calon mahasiswa baik di tingkat S1 maupun S2 tetap menjadikan Unwar sebagai pilihan. Ini juga merupakan tantangan dalam rangka bagaimana kita mempersiapkan sistem pembelajaran yang benar-benar bisa dirasakan oleh mahasiswa dan proses transformasi pengetahuan dari dosen juga berjalan dengan baik. Langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan peran IT melalui sistem pembelajaran online serta memaksimalkan peran dosen dalam mengkomunikasikan tidak hanya ke kelas tetapi ke person dalam artian mahasiswa bisa bimbingan tesis maupun skripsi di luar daerah maupun dimana saja.