Studium General Prodi S3 Hukum Unwar Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan dalam Bisnis Kepariwisataan
Sabtu, 05 Desember 2020
Studium General Prodi S3 Hukum Unwar
Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan dalam Bisnis Kepariwisataan
Visi Universitas Warmadewa (Unwar) guna mencetak lulusan bermutu, berwawasan ekowisata dan berdaya saing global tahun 2034 terus diimplementasikan kepada mahasiswa. Kali ini, materi konservasi sumber daya alam dan lingkungan dalam bisnis kepariwisataan diberikan kepada mahasiswa baru program studi (Prodi) Doktor (S3) Program Pascasarjana (PPs) Unwar. Materi ini diberikan oleh Guru Besar Tetap Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang, Prof. Dr. I Nyoman Nurjaya, SH.,MH., yang dimoderatori langsung oleh Kaprodi S3 Hukum PPs Unwar, Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, SH.,MH., dalam Studium General di Ruang Jaya Singha Mandapa Unwar, Sabtu (5/12).
Direktur PPs Unwar, Dr. Dra. A.A. Rai Sita Laksmi, M.Si., mengatakan sumber daya alam dan lingkungan merupakan hal yang sangat penting dalam bisnis kepariwisataan. Sebab, sumber daya alam dan lingkungan merupakan satu kesatuan yang tidak pernah terpisahkan. Sehingga, perlu dilestarikan, dikelola, dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat di masa kini maupun di masa yang akan datang. Oleh karena itu, Studium General ini sangat penting dilakukan dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, sehingga bisa bermanfaat maksimal oleh masyarakat. Apalagi, tema ini juga sesuai dengan salah satu visi Unwar, yaitu berbasis ekowisata.
Kaprodi S3 Hukum PPs Unwar, Prof. Budiartha, mengatakan selain memanfaatkan budaya dan kearifan lokal, memanfaatkan sumber daya alam juga komponen terpenting dalam membangun bisnis pariwisata. Sebab, hal ini akan berdampak dapat lingkungan alam. Sebab, bagaimanapun pembisnis ketika membangun akomodasi perhotelan memerlukan pengaturan sedemikian rupa, sehingga sumber daya alam tidak punah, namun tetap lestari. Apalagi, Bali demgan konsep Tri Hita Karananya. Sehingga, hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan lingkungannya harus tetap harmonis. Terlebih, bisnis pariwisata sifatnya berkelanjutan.
"Apapun bisnis yang dikaitkan dengan pariwisata, baik dari transportasi, akomodasi, kuliner, maupun lainnya senantiasa memanfaatkan sumber daya alam yang tidak boleh bertentangan dengan alam itu sendiri, sehingga alam Bali tetap lestari dan terus diminati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Apalagi, pariwisata Bali sangat unik dengan pariwisata budayanya. Sehingga, keunikan ini perlu dijaga oleh kita semua, termasuk pengaturan hukumnya,"tandas Dekan Fakuktas Hukum Unwar ini.
Narasumber Prof. Nurjaya, mengatakan bahwa tema yang diangkat dalam Studium General ini sangat relevan dengan situasi dan kondisi permasalahan lingkungan hidup saat ini. Sebab, saat ini masalah lingkungan hidup tidak hanya menjadi masalah ditingkat lokal maupun nasional, namun sudah menjadi masalah global. Sehingga, sangat penting untuk diketahui dan dicarikan solusi bersama agar bisa menjaga keberlanjutannya. Apalagi, keberlangsungan lingkungan hidup ini dihubungkan dengan bisnis pariwisata yang ada, terutama di Bali yang mengenal konsep Tri Hita Karana. Sehingga, Bali bisa menjadi contoh bagi dunia dalam hal menjaga lingkungan hidup dan budayanya demi keberlangsungan pariwisatanya.